BLANTERTOKOv105
1657097087481552441

Cegah Diabetes Sejak Dini, Mau Tau Caranya?

Cegah Diabetes Sejak Dini, Mau Tau Caranya?

Fakta WHO menyebutkan jika 80% orang indonesia tidak sadar ketika sudah terkena diabetes.

Hidup dengan pola buruk bisa menjadi pemicu munculnya penyakit ini. Meskipun tidak menular, tetapi berbahaya, apalagi kalau sudah komplikasi. Bisa menjadi penyebab kebutaan, serangan jantung, gagal ginjal, stroke, kakimu bisa diamputasi. Bahkan menjadi penyebab kematian ke lima di dunia.

Di Indonesia sendiri, diabetes dengan komplikasi merupakan penyebab kematian tertinggi ketiga. Urutan kedua di Asia Tenggara. Juga menempati urutan ke tujuh di dunia. Wow, ajib. Berarti kita-kita ini bisa jadi termasuk di dalam urutan tersebut.

Menurut Riskesdas, sejak tahun 2007 hingga tahun 2013 kecendrungan diabetes meningkat sekitar 6.9%. Kondisi ini terjadi setiap tahun. Ngerinya, dua pertiga orang penderita diabetes hampir tidak menyadari bahwa dirinya sudah sakit. Jadi seharusnya 80% bisa dicegah, eh malah jadi kebablasan.
Diabetes bukan saja menjadi beban kesehatan, tetapi sudah menjadi beban ekonomi negara lho. Dalam sekala kecil, tentu saja menjadi beban keluarga. Produktifitas penderita diabetes akan menjadi menurun dan pengeluaran untuk membeli obat tentu saja banyak dan mahal.
Jika tak bisa dicegah, diestimasikan hingga 25 tahun ke depan, kerugian hingga 1.7 triliun dolar karena diabetes. Ini penting kita ketahui, karena menurut proyeksi jumlah kasus rawat jalan dan rawat inap tahun 2014-2019 beban pengeluaran kesehatan untuk diabetes sebesar 313, 64 miliar. *Jeboool…
Makanya diabetes menjadi salah satu penyakit tidak menular (PTM) yang telah ditetapkan targetnya oleh Sustainable Development Goals (SDG) agar dapat dikurangi sebanyak 1/3. Demikian pula WHO telah mengeluarkan rencana aksi untuk pencegahan dan pengendalian dari tahun 2013 hingga tahun 2025.

Salah satu sasarannya adalah menghentikan pertumbuhan jumlah diabetes dan obesitas. Demikian juga kementrian kesehatan RI juga sedang menggalakkan kampanye “Cegah, Obati, dan Lawan Diabetes.”

WHO menjadikan diabetes sebagai tema kampanye kesehatan sedunia. Bahkan tanggal 14 November besok, kita akan memperingati Hari Diabetes Dunia (World Diabetes Day). *Baru tahu kan? samma..
Siapa saja yang bisa 
terkena diabetes?
Sebelumnya, kita perlu tahu dulu nih.
Diabetes itu adalah kondisi kadar gula (glukosa) dalam darah seseorang jumlahnya meningkat tinggi. Sedangkan pankreas yang menghasilkan insulin mengalami masalah, tak dapat memecah gula yang dikonsumsi menjadi energi.

Diabetes lebih dikenal orang awam sebagai penyakit kencing manis. Iya pipisnya manis. Semut saja bisa ditemukan pada celana dalam penderita diabetes, ini beneran, bukan hoax.

Bisa jadi kita juga terkena. Nih, ini dia beberapa kelompok yang dapat terkena:

  •  Pra diabetes, seseorang yang memiliki kadar glukosa darah lebih tinggi dari normal, tetapi tidak cukup tinggi untuk divonis sebagai penderita diabetes. Ini nih yang PERLU diwaspadai. Karena jika kita berada diposisi ini, dan tidak menjaga pola hidup sehat, dijamin 5 tahun mendatang kita bisa terkena diabetes tipe 2.
  • Diabetes tipe 1 (diabetes juvenile), lebih banyak diderita oleh anak-anak dan remaja. Tubuhnya tidak bisa memproduksi insulin karena adanya kerusakan pankreas. Terapi dan pengobatannya berupe pemberian suntikan insulin seumur hidupnya.
  • Diabetes tipe 2, lebih umum terjadi saat dewasa karena pola hidup kurang sehat, obesitas. Insulin yang tersedia di dalam pankreas sudah tak bisa lagi memenuhi kecukupan normal. Pengobatannya sebagian besar bisa dilakukan banyak berolahraga, diet makanan sesuai takaran, minum obat, dan suntik insulin jika gula darah sangat tidak bisa terkontrol.
  • Diabetes gestasional, sering diderita oleh ibu hamil. Meskipun nanti setelah melahirkan kadar gula darahnya normal, tetapi beberapa tahun kemudian, dia bisa juga tekena diabetes tipe 2.
Apa tanda-tanda kita 
terkena diabetes? 

Perhatikan diri kita, adakah salah satunya merasakan hal-hal seperti:

  • Buang air kecil lebih sering (poliuria)
  • Sering merasa lapar dan makan berlebih dari porsi biasanya (polifagia)
  • Merasa sering sangat haus dan minum terus (polidipsia)
  • Berat badan menurun, padahal makan banyak
  • Pandangan mata merasa kurang jelas, karena bisa jadi kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan lensa mata membengkak
  • Ada rasa kebas pada bagian tangan dan kaki
  • Tubuh sudah mulai sulit melawan infeksi, akibatnya luka pada kaki sulit sembuh.
Nah kalau sudah ada tanda-tanda seperti ini, sebaiknya kita cek gula darah ya bu, pak. Lebih baik langsung cek darah lengkap di laboratorium, hasilnya lebih akurat dibanding kita hanya mengecek gula darah melalui tetesan darah dari ujung jari.

Faktor Apa Saja Yang
Beresiko Diabetes? 
Menurut survey Riskesdas, banyak faktor yang dapat menyebabkan kita beresiko diabetes, seperti:

  • Faktor keturunan
  • Kegemukan (obesitas)
  • Hipertensi
  • Bertambahnya usia
  • Kurang aktifitas fisik
  • Banyak makan dan minum junkfood atau instan
  • Sering minum alkohol
Yuhuu, nah..nah.. sebaiknya kita ubah pola diatas itu agar tidak mudah terkena diabetes. Lakukan sesuatu yang bermanfaat seperti nanti dijelaskan berikut ini.

Cegah, Obati dan Lawan Diabetes 
Dengan CERDIK
Awal bulan lalu, aku berkesempatan mengikuti acara Jumpa Blogger bersama Sun Life Finansial dan kementrian Kesehatan Repubik Indonesia di Cafe XXI Plaza Indonesia. Di sini kami mendapatkan banyak ilmu mengenai diabetes bersama pakarnya.

Ada dr. Lily S. Sulistyowati, MM. selaku direktur penyakit tidak menular (P2PTM) Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Beliau mengajak kita untuk mencegah, mengobati dan melawan diabetes dengan CERDIK.

Diabetes tidak dapat disembuhkan, tetapi bisa dicegah dan dilawan. Dengan cara pola Cerdik. Bukan sembarang cerdik, tetapi ini merupakan singkatan yang dibuat agar kita selalu ingat dan waspada.
Bagaimana caranya menjalani Cerdik? CERDIK.
  • Cek kesehatan, dengan teratur agar dapat mengendalikan berat badan, dapat memeriksa gula darah, periksa tensi darah, dan kolesterol
  • Enyahkan asap rokok dan jangan lagi merokok
  • Rajin lakukan aktifitas fisik minimal 30 menit sehari, seperti joging, berolahraga rutin. Upayakan lakukan dengan benar dan teratur serta terukur
  • Diet seimbang dengan mengkonsumsi makanan sehat dan seimbang, serta bergizi. Konsumsi buah dan sayur setiap hari. Dan kurangi konsumsi gula, maksimal 4 sendok makan. Hindari minuman bersoda, dan makanan manis.
  • Istirahat yang cukup. Sebaiknya kurangi begadang.
  • Kelola stress dengan baik dan benar. Lakukan bersosialisasi dan berkumpul dengan orang-orang yang semangat hidup sehat.
Bagaimana Cara Mengobati Diabetes?
Jika anda, aku, kita, sudah merasa memiliki gejala dan pola hidup yang beresiko terkena diabetes, mari, jangan anggap mitos diabetes itu bukan masalah besar. SEGERA pergi ke dokter spesialis Endokrinologi khususnya diabetes.
Seperti yang dihimbau oleh Profesor Dr. dr. Sidartawan Soegondo, Sp.PD, KEMD, FACE selaku ahli bidang diabetes dan guru besar ilmu penyakit dalam bidang Endokrinologi FKUI, bahwasanya diabetes jangan dianggap remeh.
Beliau hidup dalam keluarga yang mengidap diabetes. Banyaknya yang meninggal karena penyakit ini membuat beliau terpacu untuk mendalami ilmu khusus diabetes dan menjaga pola hidup sehat. Terlihat dari wajah dan tubuhnya yang nampak bugar dan sehat meskipun usianya sudah lebih dari 70 tahun, menandakan bahwa beliau sangat konsisten mencegah dan melawan diabetes.
Beliau menjelaskan, pola hidup yang semakin memanjakan kita untuk malas bergerak membuat resiko diabetes semakin meningkat dari tahun ke tahun. Seperti contoh, untuk pergi ke depan gang saja kita lebih memilih ojek, lalu naik angkot, sehingga kita malas berjalan kaki yang justru lebih menyehatkan.
Ketika kita memeriksakan diri, ada beberapa tes untuk memperkirakan kadar gula darah, seperti:
  • Gula Darah Sewaktu (GDS) : jumlah gula darah diperiksa saat waktu itu juga. Jika nilai GDP ≥ 200 mg/dL artinya kita telah mengidap diabetes
  • Gula Darah Puasa (GDP) : jumlah gula diperiksa setelah pasien puasa selama 8-10 jam. Dilakukan pada pagi hari sebelum sarapan. Nilai GDP ≥ 126 mg/dL bisa dikatakan juga mengidap diabetes
  • Hemoglobin Glikat (HbA1C) : jumlah gula darah diperiksa setelah kontrol selama 3 bulan terakhir. Jika HbA1C ≥ 6.5% menunjukkan adanya diabetes
  • Tes Toleransi Glukosa Oral (TTGO) : jumlah gula darah diperiksa setelah puasa dan dilanjutkan 2 jam kemudian setelah minum glukosa. Jika nilai 2 jam 200 mg/dL artinya kita telah mengidap diabetes.
Jika sudah terdiagnosa diabetes, dokter akan meresepkan obat minum dan suntik insulin. Insulin tidak ada yang berbentuk pil, sehingga alat suntik harus disediakan. Hal ini tujuannya untuk menjaga tingkat gula darah sebaik mungkin.
Untuk diabetes tipe 1, insulin wajib diberikan. Sedangkan diabetes tipe 2 diberikan obat oral, jika obat ini sudah tidak memadai, barulah suntik insulin diberikan. Penata laksanaan ini harus rutin dan tak boleh berhenti. *Semangat ya kakaaak..
Pesan dr. Sidartawan agar kita juga melakukan pemeriksaan A, B, C agar diabetes dapat dikontrol dengan baik.

Apa saja itu?
Pemeriksaan dan mengontrol meliputi:
A = A1C (kadar glukosa darah)
B = Blood Pressure (tekanan darah tinggi)
C = Colesterol (Kolesterol)

Detail Pemesanan

Cegah Diabetes Sejak Dini, Mau Tau Caranya?
Cegah Diabetes Sejak Dini, Mau Tau Caranya?
Jumlah: : :
Sub-Total :

*Belum termasuk Ongkos kirim

check_circle_outline Produk Lainnya