BLANTERTOKOv105
1657097087481552441

Peluang tanaman Buah Tin Yang Luar Biasa

Peluang tanaman Buah Tin Yang Luar Biasa

Sejak awal tahun, pohon tin menjadi primadona para pencinta tanaman di wilayah Soloraya. Mereka mengoleksi ratusan batang tanaman bernama latin Ficus carica itu. Awalnya, prospek budidaya mengarah ke produksi bibit, namun belakangan mereka mulai mengolah daun dan buahnya menjadi sumber pangan.

Dulu masyarakat belum mengetahui banyak manfaat dari buah Tin yang berasal dari Timur Tengah ini. Tin atau Ara yang memiliki nama ilmiah Ficus carica L. adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan dan buahnya bernama sama. Nama “Tin” diambil dari bahasa Arab, yang juga dikenal dengan nama “Ara” (buah ara/pohon ara) sedangkan dalam bahasa Inggris disebut fig.

Mengutip dari Wikipedia, Tanaman Tin tumbuh di daerah Asia Barat, mulai dari pantai Balkan hingga Afganistan. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 10m dengan batang lunak berwarna abu-abu. Daunnya cukup besar dan berlekuk dalam, 3 atau 5 cuping. Yang disebut buah dari tanaman Tin sebetulnya adalah dasar bunga yang membentuk bulatan. Tipe ini khas untuk semua anggota suku ara-araan (Moraceae). Buahnya berukuran tiga hingga 5 cm, berwarna hijau. Beberapa kultivar berubah warna menjadi ungu jika masak.

Prospek Cerah Buah Tin untuk Usaha dan Kesehatan

Suwandi, seorang wirausahawan pembudidaya tanaman Tin di Jakarta menyatakan cerahnya prospek cerah tanaman ini. “Tanaman Tin mulai banyak diketahui masyarakat manfaatnya untuk kesehatan dan disukai karena tanamannya yang mudah tumbuh serta mudah pemeliharaannya,” ujarnya. Yang banyak diminati dan dibeli ada 6 jenis tanaman Tin dari 40 jenis yang ada, yaitu Green Yordan, Brown Turki, Purple Yordan, Red Palestine, Blue Giant dan Panace Tiger.

Buah Tin tergolong buah istimewa, karena disebutkan dalam kitab Al Quran serta dalam kitab Injil dengan sebutan buah Ara. Penulis mendapatkan kesempatan mencicipi buah Tin blue giant yang ternyata manis dan masih terbilang mahal jika dijual segar, serta teh daun tin yang sedikit pahit ketika bertandang ke rumah Suwandi. Ternyata bukan hanya buahnya saja yang berkhasiat, daun dari tanaman tin ini juga berkhasiat. Buah Tin sendiri mengandung protin, lemak, karbohidrat, vitamin, kalsium, zat besi, dan potassium serta kaya nutrisi. Kadar nutrisi buah tin adalah protin sebanyak 4.3 mg, serat 5.6 mg, energi 274 kkal, kalsium 126 mg, karbohidrat yaitu 63.4 mg, vitamin C sekitar 1 mg. Suwandi sendiri sudah sering mengirim daun tin ke Cianjur yang memproduksi teh daun tin kemasan. Disayangkan oleh Suwandi sendiri belum bisa memenuhi permintaan buah Tin di pasaran, hal ini dikarenakan masih kurangnya tenaga untuk memenuhi permintaan pasar skala nasional.

Kecintaannya terhadap tanaman buah Tin yang banyak manfaatnya ini membuat Suwandi memberikan pelatihan budidaya tanaman Tin sejak 2009 kepada yang berminat. Usaha budidaya tanaman buah tin yang dimilikinya sudah dua (2) kali diikutsertakan dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan oleh Dinas Pertanian.
Budidaya Tin
Budidaya tanaman buah tin ini tergolong mudah. Menurut Suwandi ada tiga sistem dalam penanaman Tin, yaitu stek, cangkok, dan bibit. Pengembangbiakkan tanaman buah Tin dinilai memiliki persentase keberhasilan yang cukup tinggi dengan sistem cangkok, sekitar 90%. Dengan menggunakan sistem stek tinggal keberhasilan hanya 40-50%. Yang lebih diminati masyarakat adalah bibit tanaman yaitu berupa pohon jadi dengan tinggi tanaman sekitar 30-40cm. Menurutnya tanaman buah Tin dapat mudah tumbuh didalam pot dan bisa cepat dinikmati buahnya dalam waktu 2-3 bulan jika pemeliharaannya benar (media dan pupuknya bagus). Media atau tanah untuk tanaman Tin tidak khusus.

Suwandi yang mulai tertarik mempelajari tanaman buah Tin dari 2006 ini, kini mempunyai tempat usaha di Taman Anggrek -Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan juga di Cileungsi Bogor untuk skala besar. Disana anda bisa membeli bibit tanaman buah Tin dengan kisaran harga Rp.50.000 – Rp.350.000 untuk anda pelihara sendiri atau untuk memulai usaha budidaya tanaman ini.

“Kendala yang dihadapi dalam budidaya tanaman Tin sejauh ini hanya sebatas serangan hama tetapi hal itu tidak perlu dikhawatirkan karena bisa segera disingkarkan. Yang penting dalam memelihara tanaman adalah untuk sering-sering melihat layaknya barang kesayangan,” ujar Suwandi. Yang disayangkan oleh Suwandi adalah perkembangan budidaya tanaman Tin di Indonesia masih kalah dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Hal ini diakibatkan karena masih rendahnya minat masyarakat untuk membudidayakan tanaman ini.

Suwandi memang tak segan membagikan ilmunya melalui pelatihan budidaya tanaman Tin dengan tujuan untuk menyebarluaskan manfaat dari tanaman buah Tin dan menginformasikan kepada masyarakat keberadaan buah yang ada dalam kitab suci. “Untuk saat ini masih fokus dengan pembibitan tanaman buah Tin ini tetapi kedepannya semoga bisa menghasilkan buah Tin yang lebih banyak memenuhi permintaan pasar nasional,” ujar Suwandi menuturkan harapannya.

perlahan tapi pasti semakin dikenal masyarakat Indonesia. Para herbalis dan penghobi tin (tiner) membudidayakan buah tin sebagai tanaman herbal multi khasiat. Tanaman yang konon berasal dari surga ini disambut masyarakat Indonesia lintas Agama, Suku Agama dan Aliran. Bangsa Indonesia yang berbhinneka tunggal ika menyukai tin bukan semata mata alasan ideologis agama, tetapi juga kesehatan dan keindahan lingkungan.

Budidaya buah tin cukup prospek

Ara atau buah tin memiliki tingkat serat yang lebih tinggi dibandingkan buah maupun sayuran lainnya. Satu buah tin kering mengandung dua gram serat. 20 % dari asupan harian kita yang direkomendasikan penelitian selama 15 tahun terakhir ini telah mengungkapkan bahwa serat dalam makanan nabati sangat penting untuk fungsi reguler dari sistem pencernaan.

Hal ini diekathui bahwa serat dalam makanan membantu sistem pencernaan dan juga mengurangi resiko beberapa jenis kanker. Ahli gizi menggambarkan dengan mengonsumsi buah tin yang kaya serat, merupakan cara ideal untuk meningkatkan asumsi serat.

Bahan makanan berserat dibagi menjadi dua jenis; yaitu larut dan tidak larut. Makanan kaya serat tidak larut memfasilitasi lewatnya zat yang akan dikeluarkan dari tubuh melalui usus dengan menambahkan air kepadanya. Dengan demikian mempercepat sisitem pencernaan dan menjamin fungsi reguler lainnya.

Makanan yang mengandung serat larut juga telah ditetapkan memiliki efek perlindungan terhadap kanker usus besar. Makanan kaya serat larut di sisi lain, telah terbukti mengurangi kadar kolesterol darah lebih dari 20 %. Dan yang terpenting mampu mengurangi resiko serangan jantung.

bibit buah tin

bibit buah tin

Tingkat kelebihan kolesterol di dalam darah mengumpul dalam arteri menyebabkan pengerasan dan penyempitan arteri, tergantung pada organ pembuluh darah mana yang menjadi tempat menumpuknya kolesterol, gangguan terhubung ke organ yang timbul, misalnya jika menumpuk di arteri yang memberi makan jan tung, maka akan timbul serangan jantung. Akumulasi kolesterol di pembuluh ginjal dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan kekurangan ginjal. Selain itu, asupan serat larut sangat penting dalam mengatur gula darah dengan mengosongkan perut karena perubahan mendadak dalam gula darah dapat menyebabkan gangguan yang mengancam nyawa. Masyarakat dengan diet ksys serat telah terbukti memiliki resiko yang lebih rendah terhadap penyakit kanker dan jantung.

Serat larut dan tidak larut sangat penting dan bermanfaat ketika hadir pada waktu yang sama. Ketika keduanya hadir bersama sama  menunjukkan bahwa mereka jauh lebih efektif dalam mencegah kanker daripada ketika mereka memencar. Kehadiran kedua bentuk serat (larut dan tidak laruta) dalam buah tin menjadikannya bahan makanan yang penting untuk kesehatan tubuh.

Anda ingin budidaya buah tin? Kami jual bibit buah tin murah dan siap kirim kirim ke seluruh Indonesia. Dengan segudang manfaat buah tin dan tren herbal yang meningkat menjadikan budidaya buah tin sebagai peluang usaha agribisnis yang layak dilirik. Lebih dari itu bisa dijadikan sebagai tanaman obat keluarga dan penghias di dalam pekarangan rumah.

Tren menanam tin kian berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Tidak pelak, permintaan bibit meningkat tajam. Sayangnya, ketersediaan bibit tin—terutama untuk beberapa varietas—tidak sebanyak permintaan. Konsumen mengincar bibit berukuran besar dan rasa manis. Namun, jenis itu terbatas. Karena itulah harganya amat tinggi.

Varietas bibit yang relatif banyak di masyarakat ialah green jordan dan purple jordan. Meski bibitnya merupakan yang terbanyak di masyarakat atau dianggap paling “rendah”, rasa dan produksi keduanya tidak kalah dari jenis baru. Bahkan varietas itu mempunyai kelebihan yaitu bibit mudah diperoleh dan sudah beradaptasi dengan iklim Indonesia.

Analisis Usaha tin
Luas Areal tanam : 400 m2
Jumlah tanaman : 300 pohon
Varietas : Green jordan
Data berdasarkan pengalaman Fauzi Effendi (diolah)

analisa-usaha-tin1

analisa-usaha-tin2

Daun dan buah tin dipercaya memiliki khasiat yang tak sedikit. Berbagai penelitian menyebutkan buah tin kaya antioksidan sehingga cocok untuk menjaga stamina tubuh. Sedangkan daun tin, dapat diolah menjadi teh untuk mengatasi berbagai gangguan kesehatan.

Khasiat tersebut tak hanya berasal dari satu varietas tin, tapi hampir seluruhnya. Mulai dari yang paling jamak dibudidayakan, yakni green jordan, purple jordan, dan brown turky hingga khurtmani (red turky), osborn prolifik, red palestine, dan sultan. Salah satu produsen olahan buah tin di Kecataman Tawangmangu, Karanganyar, Warta Kusuma, mengaku mulai memproduksi olahan tin sejak empat bulan terakhir.

Sebelumnya, sama seperti pehobi lain, ia lebih fokus memperbanyak bibit lantaran permintaan yang tinggi. Namun, peluang tersebut akhirnya ia lakukan sembari tetap menjalankan bisnis jual beli bibit.

“Buah tin dapat dimakan langsung, dikeringkan, dan diolah menjadi berbagai produk makanan. Buah yang dipetik harus segera dimanfaatkan karena tidak dapat disimpan lama karena mudah rusak. Kami memilih mengolahnya jadi berbagai jenis makanan agar lebih awet,” kata dia, saat dijumpai Solopos.com di rumahnya, Kamis (22/12/2017).

Saat ini, warga Dusun Watusambang RT004/RW006 Desa Plumbon, Kecamatan Tawangmangu itu memiliki 400an batang tin. Dari ratusan batang tersebut per bulannya ia mampu memproduksi teh daun tin sebanyak 10-15 kg. Sedangkan produksi buah tin kering, selai, dan manisan reratanya 2-5 kg.

Skala Kecil

Selai dari buah tin (Mariyana Ricky/JIBI/Solopos)

Selai dari buah tin (Mariyana Ricky/JIBI/Solopos)

Kendati berskala kecil, Warta menyebut kemampuan produksi tersebut bergantung pada bahan baku yang ada. Buah tin tak banyak dijual lantaran saat ini pehobi masih banyak yang fokus pada jual beli bibit. “Kalau pasokan buahnya banyak, kami bisa produksi lebih banyak. Misalnya, olahan buah tin kering pernah tembus 10 kg dalam tempo sebulan,” tuturnya.

Untuk memperbanyak pasokan bahan baku, ia bekerja sama dengan Komunitas Tin dan Zaitun Soloraya (Kotis). Pehobi dan petani yang tergabung dalam komunitas itu secara rutin memasok daun dan buah ke Warta. Setiap kilogram daun tin kering dihargai Rp100.000, sedang daun basah senilai Rp50.000 tiap kilonya.

“Perbandingan daun basah dan kering 1:5, Jadi setiap 5 kg daun basah hanya jadi 1 kg daun kering. Selain dari Kotis, saya juga menerima pasokan dari petani sekitar di wilayah Tawangmangu. Sementara pasokan buah biasanya saya dapat dari daerah Mojokerto, Jawa Timur senilai Rp25.000 – Rp50.000 per kg tergantung kualitas,” ungkap dia.

Dari bisnisnya tersebut, Warta mengaku omzet per bulannya mencapai Rp40 juta. Pundi-pundi rupiah itu berasal dari penjualan bibit dan olahan produknya. “Permintaan teh daun tin saya batasi per bulan sekitar 10-15 kg. Saya tak bisa memproduksi lebih banyak karena lagi-lagi bahannya yang masih kurang,” kata Warta.

Lewat brand olahan kebun buah tin Watusambang, Warta menjual teh daun tin seberat 250 gram dengan harga Rp55.000 untuk grade biasa. Daun teh tersebut terbagi menjadi tiga grade yakni super, biasa, dan sisa. Grade super dihasilkan dari pucuk daun tin muda, sedangkan grade biasa berasal dari daun tua. “Untuk grade sisa kami olah menjadi pakan yang banyak diminta peternak kambing dan sapi,” tuturnya.

Detail Pemesanan

Peluang tanaman Buah Tin Yang Luar Biasa
Peluang tanaman Buah Tin Yang Luar Biasa
Jumlah: : :
Sub-Total :

*Belum termasuk Ongkos kirim

check_circle_outline Produk Lainnya